Menghentikan Pencurian Bandwidth Lewat Hotlinking
Apa itu hotlinking?
Hotlinking adalah teknik mengambil file gambar langsung dari server Musikator.com, dan untuk digunakan di blog orang lain 2. Jadi mereka yang pakai gambarnya di website mereka, tapi Musikator yang bayarin bandwidth yang mereka pakai. Enak bener? Masalahnya, pemilik (dan yang bayar hosting) ngga bisa apa-apa untuk mencegah si hotlinking ini.
Tetapi ada teknik untuk mencegahnya. Tekniknya ada 2 macam.
1. Untuk advance user dan user yang tidak menggunakan Wordpress.
Gunakan .htaccess hack. Copy teks di bawah ini, insert di file .htaccess kamu. Ubah teks sesuai dengan kebutuhan kamu.
RewriteEngine On
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http://(.+\.)?websitesaya\.com/ [NC]
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^$
RewriteRule .*\.(jpe?g|gif|bmp|png|jpg)$ /images/filekamu.jpe
[L]
2. Untuk Wordpress User
Download plugin ini.
Untuk prakteknya, kamu bisa lihat di Musikator.
Tentunya teknik ini tidak akan menghentikan sepenuhnya, hanya mungkin dengan cara ini, dengan sedikit selera humor, kita bisa mengajarkan orang bahwa hotlinking itu tidak baik dan merugikan orang lain.
Semoga berguna.
Selamat Tahun Baru 2010
Selamat Tahun Baru 2010 dan Distorsia.com sekarang PageRank 5! Terimakasih atas support nya selama ini, sampai jumpa di redesign website Distorsia yang akan di launching dalam waktu dekat! Yay!

Website Telkom Harus Diganti
Lagi-lagi kacrutnya bangsa ketangkap basah. Baru sehari yang lalu Mekominfo tweet Maju Terus Dunia Open Source Indonesia! Hari berikutnya ditemui website Telkom yang baru hanya di optimized untuk Internet Explorer 7, mana dikasih download link pula di footernya!
Duh!
Lihat ini tampang website Telkom di Firefox (klik gambarnya untuk full size):
Dan ini screenshot tweet pak mentri yang menyebut Open Source.

Iya Pak Mentri, open source… Duh! #FAIL
Update: Ternyata bukan hanya browser lain yang hancur, tapi semua browser kecuali Internet Explorer 7. Massive Epic Fail!

Update: Now it looks good in Safari (kenapa musti di protes masif dulu ya?)

Wordpress iPhone App
Wordpress iPhone app adalah salah satu aplikasi paling penting yg saya install di iPhone 3Gs saya, tapi ngga pernah dapet kesempatan untuk mencobanya hingga siang ini.
Tidak ada yang bisa mengalahkan ekstasi menggunakan Wordpress dashboard, tetapi Wordpress iPhone app sangat membantu untuk blogging on the go, saat laptop tak terjangkau.
Dengan Wordpress iPhone app kamu bisa posting, lengkap dengan insert picture, add category & tags, preview sebelum publish, hingga automatic resize picture.
Fitur lainnya yang sangat berguna adalah kemampuan untuk mengelola postingan lama, pages & comment moderation.
App ini gratis, jadi jika anda memiliki iPhone atau iPod touch, aplikasi ini wajib di install di device anda
Firefox 1 Milliar Download

Web Browser Firefox telah di download hampir sebanyak 1 milliar kali. Untuk merayakan pencapaian tersebut, browser favorit komunitas Open Source tersebut akan me-launching website Billion Downloads Campaign yang diisi oleh foto-foto komunitas Firefox.
Untuk bergabung silahkan melaju ke halaman ini.
Pelajaran dari John Lilly, CEO Mozilla
John Lilly, CEO dari Mozilla, memberikan presentasi di WordCamp San Fransisco 2009, tentang Open Source dan peranan komunitas.
Friendfeed Real Time Search
Friendfeed sekarang memiliki real time search, dan bisa di embed di halaman web.Di bawah ini adalah hasil pencarian ‘Twitter”.
Pengalaman Prototype Experience
Menyenangkan. Awalnya ngga ngerti, tapi saya mendengar buzz dari website ini. Yaitu sebuah game bernama Prototype yang kala itu akan di launch, dan memamerkan trailer-nya menggunakan yang dipersonalisasi menurut data user.
Ketika menemukan website Prototype Experience, kamu akan diminta untuk login menggunakan Facebook account. Saat itu saya ngga ragu, langsung saja login. Lagipula saya memang tidak pernah logout dari website.
Setelah menunggu kurang lebih 5 menit masa loading (mungkin lebih), tiba-tiba trailer auto play. Saya tonton tanpa berharap apa-apa, tau-tau data account saya di Facebook digunakan di bagian trailer tersebut, belum lagi foto-foto dan data-data lainnya.
Awalnya saya kaget, wow… main ambil saja data saya dari Facebook? Tapi kenyataannya ini kelihatannya akan menjadi sebuah trend. Kita akan bisa menerima kenyataan kita kehilangan privasi online (bukan hanya selebritis yang kehilangan privasi), saat semua dari kita sudah tidak perduli lagi akan privasi. Atau, lebih bijak untuk mengelola data pribadi di internet. Tapi memang, kemungkinan besar, kegiatan customer engagement di media online sejenis Prototype akan menjadi trend. Tunggu saja sampai model ini sampai ke bidang eCommerce dan Media, yang mendominasi jagat world wide web.
Maka akhirnya sebagai internet user, kita akan terbiasa kehilangan privasi dan diganti dengan kepuasan menerima produk yang relevan dengan diri kita.
Online Marketer, watch this space!
Cara Berlangganan Feed Friendfeed
Friendfeed adalah Social Network aggregation yang menarik untuk lifestreaming kegiatan social network. Berbeda dengan istilah yang digunakan Twitter yaitu Follow dan Follower, Friendfeed menggunakan istilah lama yaitu Subscribe dan Unsubscribe.
Saya jarang menggunakan website ini, tetapi ketika mendaftar (account saya disini), saya sempat mengatur set up beberapa account social network saya untuk di share disana. Beberapa hari terakhir saya mulai sadar saya mendapat beberapa Subscriber, yang saya tidak balas subscribe. Pada dasarnya, saya menggunakan layanan Social Media untuk berhubungan dengan pengguna lain atau teman, maka dari itu saya ingin juga subscribe pada subscriber saya.
Ketika mencari tahu, awalnya, interface yang sangat sederhana Friendfeed sempat membuat bingung, sampai akhirnya ketemu caranya.
1. Pertama, login ke account kamu
2. Di kanan atas layar, cari link subscribers seperti gambar dibawah, dan klik.

3. Kamu akan menemukan dropdown, pilih People I’m Not Subscribe to.

4. Arahkan mouse ke avatar subscriber kamu, dan akan pop pilihan seperti gambar di bawah ini. Klik link Subscribe.

5. Setelah itu pilih feed yang kamu ingin langganan seperti Home Feed dsb.

Mengapa Anda Jangan Menggunakan Custom Program?

Kadang sulit dimengerti oleh perusahaan, bahwa menemukan solusi teknologi di dalam bisnis itu sebenarnya gampang. Syaratnya ya harus mau dibuat gampang.
Di semua tempat saya bekerja, perusahaan lebih menyukai custom program daripada software yang sudah ada apalagi menggunakan software Open Source. Kesannya menggunakan custom program lebih keren. Mungkin memang lebih keren, tapi ujungnya pasti jadi nambah kerjaan, buang biaya dan waktu.
Di salah satu perusahaan lama tempat saya bekerja, ujungnya kami ‘dikerjain’ oleh team IT yang ramai-ramai resign. Program yang mereka buat untuk perusahaan di kunci, sehingga perusahaan harus membayar uang tertentu agar program tersebut berjalan. Malangnya, perusahaan tersebut adalah perusahaan retail chain, yang memiliki cabang 14 di Indonesia, walhasil setiap tanggal tertentu, yang sudah di program oleh team IT lama, program kami acak-acakan.
Tentunya itu adalah contoh terburuk, tapi coba lihat skenario lain yang lebih sederhana, dengan menggunakan logika operasional. Custom program itu dibuat khusus untuk keperluan dan solusi tertentu oleh pembuatnya. Artinya:
- Jika masalah perusahaan berkembang, maka solusi default sudah tidak relevan lagi untuk memecahkan masalah.
- Jika sudah tidak relevan biasanya perusahaan harus membayar jumlah tertentu untuk menambah fitur program.
- Karena dibuat khusus oleh pembuatnya, maka hanya pembuatnya saja yang tahu pemecahan jika program bermasalah.
Belajar dari pengalaman tersebut saya kapok menggunakan custom program, bahkan meski programmer nya teman dan atau kenalan sendiri. Saya lebih percaya sama software open source atau software yang sudah mapan untuk digunakan sebagai solusi bagi perusahaan:
- Open Source software memiliki support forum dan certified consultant, sementara itu corporate software memiliki customer support dan term of service nya jelas.
- Sejauh saya menggunakan solusi selain custom program, saya tidak menemukan ‘hidden charge’, yang lumrah ditemukan di bisnis teknologi.
- Jika ‘programmer’ internal ada apa-apa, misalnya resign, sangat mudah menemukan penggantinya. Karena solusi permasalahan bukan hanya dia yang mengerti.
Gampang kan? Kenapa musti dibuat susah?
Catatan:
- Perusahaan-perusahaan tempat saya bekerja memang tidak memiliki teknologi sebagai core operation.
- Perusahaan-perusahaan tersebut masuk kategori perusahaan menengah, yang tidak memiliki cukup dana untuk membeli teknologi tingkat tinggi.















