Pemerintah Indonesia Butuh Website Baru
Tak lama setelah Presiden terpilih dilantik, team Presiden Amerika, Barack Obama segera meluncurkan redesign website pemerintah Amerika, di alamat Whitehouse.gov. Website yang dibuat semasa pemerintahan Clinton ini, konon ngga keurus semasa pemerintahan Bush dan sekarang dibangkitkan lagi oleh Obama.
Whitehouse.gov. Klik di gambar untuk melihat websitenya.
Sejak website Obama semasa kampanye, saya (dan saya yakin designer lain dari seluruh dunia akan setuju) sangat terkesan dengan design dan penggunaan teknologi internet oleh Barack Obama.
Website-website nya, termasuk Change.gov dan Recovery.gov, menurut saya membuat standar baru di kalangan website politik, baik dari segi design, penggunaan teknologi, hingga pemilihan nama domain. Belum lagi bagaimana mereka menggunakan dan mengoptimalkan akun-akun di Facebook, Twitter, YouTube (disini dan disini) dan di website-website Social Networking lainnya.
Kata siapa image politisi harus gaptek dan ngga bisa up to date dengan trend?
Change.gov. Klik di gambar untuk melihat websitenya.
BarackObama.com. Klik di gambar untuk melihat websitenya.
Sekarang, bagaimana dengan website pemerintah kita?
Entah mata saya yang salah atau bagaimana, tapi layout website pemerintah kita ngga habis terlihat di screen 1680px di komputer saya di browser Google Chrome dan Safari. Entah disainer nya pikir, kebanyakan yang datang ke website itu pake screen sebesar 2.000 px ke atas, ngga ada orang pake Macintosh atau bagaimana saya juga ngga ngerti.
Meski saya yakin mereka punya alasan teknis tersendiri, yang pasti saya ngga ingin tahu lebih jauh apalagi meneruskan browsing ke website pemerintah kita sendiri.
Catatan lain, semua website Obama lebih cepat dibuka daripada website pemerintah RI. Meski, website pemerintah kita di host di negara sendiri, semua website Obama, yang hosting nya berada ratusan ribu kilometer dari tempat kita tinggal. Hehe… Go figure out yourself.
Silahkan anda lihat sendiri.
Indonesia.go.id. Klik di gambar untuk melihat websitenya.
Website Pemerintah RI di Google Chrome

Website Pemerintah RI di Safari

« Pelajaran Strategi Internet Obama bagi Dunia Bisnis | Halaman Depan | Distorsia di list Web Portfolio Freelancer Web Design Indonesia »



















Komentar Pembaca
websitenya RI keliatan joomla banget…hahaha, lupa bikin hack tuh kayanya
Yo’i bro, sidebar kanan kiri, navigasi di sidebar kiri atas. Kayaknya malah pake default template tuh
Parah.. parah… Suruh aja partai2 nya dulu bikin website tuh…Kaco gitu kaga punya web juga. Lumayan lahan juga tuh..
Ah udah ada website-website partai sih rik, dan itu hanya lahan untuk yang ‘mampu’.
Masalahnya yang gue bahas disini, haduh… tuh website RI…
tertarik nih ikut comment disini, kyknya memang betul website pemerintah indonesia hrus diganti. dari tampilannya aja kurang greget gitu…
@iprodsign, iya, baru sampe ke halaman depan udah males nerusin browsing
ikut nimbrung ahhhhh…..
maz2 n bro2 sexan, negara kita kok dibandingin m amrik!!!!
wah, bumi m langit tuch….
klo misal d link buat ke negara, q m perusahaanq mw bnt negara kita…
mw ksh masukan buatmasuk link ke negara g?
Halo aQnie,
Mas Robin, yg di amrik itu kan banyak dpt masukan dari sisi para guru standar web, aksesibilitas (section 508), usability..kalo di Indonesia, apa memang kepedulian itu sudah sampai kesana ya, kalo diliat dari sisi para desainer-pengembang web?
Hai Dani, kalo dari sisi disainer & developer saya yakin sudah bisa. Cuma komunikasi dengan pemerintah kayaknya belum ada. Pemerintah gaptek (sudah pasti), pengembang diem aja (terlalu geek, ngga ngerti dan bisa liat peluang).
Mungkin itu juga. Saya bisa salah.
he
.pake joomla…?!yang buatnya sapa yah..kayany bukan saya deh..hmm lupa..hahahaha.berapa duit tuh ya buatnya..korupnya berapa pula…wkwkw
Website Amrik zaman Obama memang oke punya… Tapi untuk Indonesia bisa sampai ke tahap itu musti dibenahin infrastruktur server website dan jaringan benwit di indonesia.. Bakalan lemot tuh kalo diakses video dan file2 web yang lemayan besar…
ya tuh.. pa lagi teksnya.. welehhhh mana ada yang mau baca kalo isinya katak gitu.. teks berbaris panjang g da gambar sama sekali.. ruwet.. tampinanya juga dari atas kebawah werrr lurusss g da seninya sama sekali..
Tinggalkan komentar...