<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: 55% Perusahaan Tidak Siap untuk Krisis Reputasi Online</title>
	<atom:link href="http://www.distorsia.com/study-55-perusahaan-tidak-siap-untuk-krisis-reputasi-online/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.distorsia.com/study-55-perusahaan-tidak-siap-untuk-krisis-reputasi-online/</link>
	<description>Bali Web Design</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 01:00:37 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Robin Malau</title>
		<link>http://www.distorsia.com/study-55-perusahaan-tidak-siap-untuk-krisis-reputasi-online/#comment-13</link>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 04:51:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.distorsia.com/?p=58#comment-13</guid>
		<description>Hai Nivell, DigitalPR blog yang bagus, salam kenal juga dan terimakasih sudah mampir.

Ya, hasilnya bisa ditebak. Sebelum saya full time wirausaha, saya karyawan yang aktif blogging. Sedikit pengakuan, tiap saya ada keluhan saya curahkan di blog. It&#039;s awful tapi terjadi dimana-mana.

Bayangkan, ngga usah jauh-jauh, hanya dengan men-setting Google Alerts saja sudah lumayan bisa memantau brand perusahaan di world wide web. Contohnya di postingan &lt;a href=&quot;http://www.robinmalau.com/i-stop-using-firefox-3/ rel=&quot;nofollow&quot;&gt;ini&lt;/a&gt;, karyawan Mozilla langsung datang dan membalas komentar. Begitu pula dengan postingan &lt;a href=&quot;http://www.robinmalau.com/pluggedin-is-useless/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;ini&lt;/a&gt;, langsung di balas oleh karyawannya.

Bandingkan dengan perusahaan-perusahaan Indonesia yang dibahas dan dikeluhkan &lt;a href=&quot;http://www.konsumen.org&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;disini&lt;/a&gt;. Hehe. Diam dan lebih parah, mungkin mereka ngga tau, dan bisa menjadi bom waktu.

Saya rasa, meski sudah ada penelitian sejenis pun perusahaan2 itu ngga bakal aware. Yang bisa membantu kesadaran mungkin dengan menunjukkan langsung model website seperti &lt;a href=&quot;http://www.getsatisfaction.com rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Get Satisfaction&lt;/a&gt; dan tool reputasi &lt;a href=&quot;http://www.trackur.com rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Trackur&lt;/a&gt;. Mungkin lebih mudah untuk di benchmark.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hai Nivell, DigitalPR blog yang bagus, salam kenal juga dan terimakasih sudah mampir.</p>
<p>Ya, hasilnya bisa ditebak. Sebelum saya full time wirausaha, saya karyawan yang aktif blogging. Sedikit pengakuan, tiap saya ada keluhan saya curahkan di blog. It&#8217;s awful tapi terjadi dimana-mana.</p>
<p>Bayangkan, ngga usah jauh-jauh, hanya dengan men-setting Google Alerts saja sudah lumayan bisa memantau brand perusahaan di world wide web. Contohnya di postingan <a href="http://www.robinmalau.com/i-stop-using-firefox-3/ rel="nofollow">ini</a>, karyawan Mozilla langsung datang dan membalas komentar. Begitu pula dengan postingan <a href="http://www.robinmalau.com/pluggedin-is-useless/" rel="nofollow">ini</a>, langsung di balas oleh karyawannya.</p>
<p>Bandingkan dengan perusahaan-perusahaan Indonesia yang dibahas dan dikeluhkan <a href="http://www.konsumen.org" rel="nofollow">disini</a>. Hehe. Diam dan lebih parah, mungkin mereka ngga tau, dan bisa menjadi bom waktu.</p>
<p>Saya rasa, meski sudah ada penelitian sejenis pun perusahaan2 itu ngga bakal aware. Yang bisa membantu kesadaran mungkin dengan menunjukkan langsung model website seperti <a href="http://www.getsatisfaction.com rel="nofollow">Get Satisfaction</a> dan tool reputasi <a href="http://www.trackur.com rel="nofollow">Trackur</a>. Mungkin lebih mudah untuk di benchmark.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nivell Rayda</title>
		<link>http://www.distorsia.com/study-55-perusahaan-tidak-siap-untuk-krisis-reputasi-online/#comment-12</link>
		<dc:creator>Nivell Rayda</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 03:00:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.distorsia.com/?p=58#comment-12</guid>
		<description>Salam kenal yah!

Menarik kalau kita bisa melakukan riset seperti ini di Indonesia. Walaupun sepertinya hasilnya sudah bisa ditebak. 60% tidak tahu bahwa ada krisis reputasi online/online dapat menyebabkan krisis reputasi.

Mungkin bisa menjadi acuan sejauh mana pemahaman perusahaan akan online/digital media. Saat ini mungkin saja karyawan mereka aktif blogging, apakah mereka punya guideline terhadap blogging baik korporate maupun pribadi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal yah!</p>
<p>Menarik kalau kita bisa melakukan riset seperti ini di Indonesia. Walaupun sepertinya hasilnya sudah bisa ditebak. 60% tidak tahu bahwa ada krisis reputasi online/online dapat menyebabkan krisis reputasi.</p>
<p>Mungkin bisa menjadi acuan sejauh mana pemahaman perusahaan akan online/digital media. Saat ini mungkin saja karyawan mereka aktif blogging, apakah mereka punya guideline terhadap blogging baik korporate maupun pribadi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
